Coba kita lihat pesan yang tersirat indah dari salah seorang ulama bernama Makhlad bin al-husain yang mana beliau mengatakan :
الشكر ترك المعاصي
"Syukur yang sebenarnya yaitu dengan meninggalkan maksiat"
Jadi marilah mulai sekarang kita mengevaluasi diri kita , apakah yang kita lakukan sudah benar mendatangkan keridhoan Allah ta'ala atau sebaliknya ...
Ataukah kita terjatuh dalam Istidroj
Dan apa itu istidroj ?
Istidroj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki dan berbagai nikmat sedangkan yang di beri nikmat tersebut dalam keadaan terus menerus melakukan perbuatan maksiat
Kepada Allah ta'ala, 1
Yang mana nabi kita nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam sabdakan :
" Bila kamu melihat Allah ta'ala memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang di inginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-NYA , maka (ketahuilah) bahwa hal itu Istidroj dari Allah ta'ala".
Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membaca ayat :
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَا بَ كُلِّ شَيْءٍ ۗ حَتّٰۤى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِ ذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ
"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 44).2
Dan itulah hakikat Syukur dan juga Istidroj...dan semoga kita di dijauhkan oleh Allah ta'ala dari semua itu....
WAllahu A'lam...
_______________________________
Penulis : Teguh Julianto
Media : Merauke islamic
________________________________
Sumber :
1.Let's hijrah keep sunnah, Muhammad noor ridho Aji
2.Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com

Alhamdulillah...
BalasHapusPosting Komentar