بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيمِ، الحَمْدُ لِله رَبِّ العَالَمِينَ، وَصَلّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ وَآلِهِ الطَّاهِرِينَ وَصَحَابَتِهِ أَجْمَعِينَ
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. Dan shalawat atas Nabi Muhammad, keluarganya yang bersih dan seluruh sahabatnya.
قَالَ القَاضِي أَبُو شُجَاعٍ أَحْمَدُ بن الحُسَين بن أحْمَد الأصْفِهَانِي رَحْمَةُ اللهِ تَعَالَى: سَألَنِي بَعْضُ الأصْدِقَاءِ حَفِظَهُمُ اللهُ تَعَالَى أَنْ أَعْمَلَ مُخْتَصَراً فِي الفِقْهِ عَلَى مَذْهَبِ الإِمَامِ الشَّافِعِي رَحْمَةُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ وَرِضْوَانُهُ فِي غَايَةِ الاخْتِصَارِ وَنِهَايَةِ الإيجَازِ، لِيَقْرُبَ عَلَى المُتَعَلِّمِ دَرْسُهُ وَيَسْهُلَ عَلَى المُبْتَدِئِ حِفْظُهُ، وَأَنْ أُكْثِرَ فِيهِ مِنَ التَّقْسِيمَاتِ وَحَصْرِ الخِصَالِ، فَأَجَبْتُهُ إِلَى ذَلِكَ طَالِبًا لِلثَّوَابِ، رَاغِباً إلَى اللهِ تَعَالَى فِي التَّوفِيقِ لِلصَّوَابِ، إنَّهُ عَلَى مَا يَشَاءُ قَديرٌ وَبِعِبَادِهِ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Qadhi Abu Syujak Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Asfahani berkata: Sebagian teman (semoga mereka dijaga oleh Allah) memintaku untuk menyusun ringkasan fiqih madzhab Syafii yang sangat ringkas dan sangat sederhana, agar mudah dipelajari oleh pelajar dan mudah dihafal oleh pemula, dan hendaknya saya memperbanyak pembagian. Maka aku penuhi permintaan itu karana mencari pahala, dengan memohon petunjuk kepada Allah, sesungguhnya Ia maha kuasa terhadap apa yang Ia kehendakai dan maha lembut dan mengetahui tehadap hambanya.
الطهارة ( Bersuci )
المِيَاهُ الَّتِي يَجُوزُ التَّطْهِيرُ بِهَا سَبْعُ مِيَاهٍ: مَاءُ السَّمَاءِ وَمَاءُ البَحْرِِ وَمَاءُ النَّهْرِ وَمَاءُ البِئْرِ وَمَاءُ العَيْنِ وَمَاءُ الثَّلْجِ وَمَاءُ البَرْدِ
Air yang dapat dibuat untuk bersuci ada 7 yaitu :
1. air hujan,2. air laut,
3. air sungai,
4. air sumur,
5. air sumber,
6. air salju,
7. Air dingin
ثُمَّ المِيَاهُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَقْسَامٍ: طَاهِرٌ مُطَهِّرٌ غُيْرُ مَكْرُوهٍ وَهُوَ المَاءُ المُطْلَقُ، وَطَاهِرٌ مُطَهِّرٌ مَكْرُوهٌ وَهُوَ المَاءُ المُشَمَّسُ, وَطَاهِرٌ غُيرُ مُطَهِّرٍ وَهُوَ المَاءُ المُسْتَعْمَلُ وَالمُتَغَيِّرُ بِمَا خَالَطَهُ مِنَ الطَّاهِرَاتِ، وَمَاءُ نَجِسٍ وَهُوَ الَّذِي حَلَّتْ فِيهِ نَجَاسَةٌ وَهُوَ دُونَ القُلَّتَيْنِ أَوْ كَانَ قُلَّتَينِ فَتَغَيَّرَ.
Lalu air itu ada 4 macam:
(1). air suci dan mensucikan tanpa makruh yaitu air mutlaq,(2). air suci dan mensucikan dengan makruh yaitu air panas;
(3). air suci tapi tidak meyucikan yaitu air yang terpakai dan air yang berubah karena kecampuran perkara suci
(4). air najis yaitu air yang terkena najis dan tidak mencapai 2 qullah atau mencapai 2 qullah tapi berubah.
وَالقُّلَّتَانِ: خَمْسُ مِائَةِ رِطْلٍ بَغْدَادِيٍّ تَقْرِيباً فِي الأَصَحِّ
Adapun 2 qullah adalah kira-kira 500 ritl baghdad menurut pendapat yang lebih sahih.
فَصْلٌ: وَجُلُودُ المَيْتَةِ تَطْهُرُ بِالدِّبَاغِ إلَّا جِلْدَ الكَلْبِ وَالخِنْزِيرِ وَمَا تَوَلَّدَ مِنهُمَا أَوْ مِنْ أَحَدِهِمَا. وَعَظْمُ المَيْتَةِ وَشَعْرُهَا نَجِسٌ إلَّا الآدَمِيَّ
Fasal: Kulit bangkai dapat suci dengan disamak kecuali kulit anjing dan babi dan hewan yang terlahir dari keduanya atau dari salah satunya. Dan tulang bangkai itu najis kecuali tulang mayat manusia
فَصْلٌ: وَلَا يَجُوزُ اسْتِعْمَالُ أَوَانِيِ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ، وَيَجُوزُ اسْتِعْمَالُ غَيرِهِمَا مِنَ الأَوَانِي
Fasal: Tidak boleh menggunakan wadah yang terbuat dari emas dan perak. Dan boleh menggunakan wadah yang selain dari emas dan perak.
فَصْلٌ: وَالسِّواَكُ مُسْتَحَبٌّ فِي كُلِّ حَالٍ إلَّا بَعْدَ الزَّوَالِ لِلصَّائِمِ
Fasal: Bersiwak itu hukumnya sunnah dalam setiap keadaan kecuali setelah condongnya matahari bagi yang berpuasa.
وَهُوَ فِي ثَلاَثَةِ مَوَاضِعَ أَشَدُّ اسْتِحْبَاباً: عِندَ تَغَيُّرِ الفَمِّ مِنْ أَزْمٍ وَغَيرِهِ وَعِندَ القِيَامِ مِنَ النَّومِ وَعْندَ القِيَامِ إِلَى الصَّلاَةِ
Bersiwak sangat disunnah dalam 3 keadaan:
(1) ketika berubahnya bau mulut, karena lamanya diam atau yang lain.(2) setelah bangun tidur,
(3) ketika hendak melaksanakan shalat.
فَصْلٌ: وَفُرُوضُ الوُضُوءِ سِتَّةُ أَشْيَاءَ: النِّيَّةُ عِنْدَ غَسْلِ الوّجْهِ وَغَسْلُ الوَجْهِ وَغَسْلُ اليَدَينِ مَعَ المِرْفَقَينِ وَمَسْحُ بَعْضِ الرَّأسِ وَغَسْلُ الرِّجْلَيْنِ إِلَى الكَعْبَيْنِ وَالتَّرْتِيبُ عَلَى مَا ذَكَرْنَاهُ.
Fasal: Fardhu-nya wudhu enam perkara:
(1) Niat saat membasuh wajah.
(2) Membasuh wajah.
(3) Membasuh kedua tangan sampai siku.
(4) Mengusap sebagian kepala.
(5) Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
(6) Tertib seperti yang kami sebut.
وَسُنَنُهُ عَشْرَةُ أَشْيَاءَ: التَّسْمِيَةُ وَغَسْلُ الكَفَّيْنِ قَبْلَ إِدْخَالِهِمَا الإِنَاءَ وَالمَضْمَضَةُ وَالاسْتِنْشَاقُ وَمَسْحُ جَمِيعِ الرَّأسِ وَمَسْحُ الأُذُنَيْنِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا بِمَاءٍ جَدِيدٍ وَتَخْلِيلُ اللِّحْيَةِ الكَثَّةِ وَتَخْلِيلُ أَصَابِعَ اليَدَينِ وَالرِّجْلَينِ وَتَقْدِيمُ اليُمْنَى عَلَى اليُسْرَى وَالطَّهَارَةُ ثَلاَثاً ثَلاَثاً وَالمُوَالاَةُ
Sunnahnya wudhu sepuluh perkara:
(1) Membaca bismillah.(2) Membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkan keduanya ke wadah air. (3) Berkumur dan menghirup air ke hidung,
(4) mengusap seluruh kepala,
(5) mengusap kedua telinga luar dalam dengan air baru,
(6) menyisir dengan jari jenggot yang tebal
(7) membasuh sela-sela jari tangan dan kaki,
(8) mendahulukan bagian kanan dari kiri,
(9) menyucikan masing-masing 3 kali,
(10) bersegera.
فَصْلٌ: وَالاسْتِنْجَاءُ وَاجِبٌ مِنَ البَوْلِ وَالغَائِطِ، وَالأَفْضَلُ أَنْ يَسْتَنجِيَ بِالأحْجَارِ ثُمَّ يَتْبَعُهَا بِالمَاءِ، وَيَجُوْزُ أَنْ يَقْتَصِرَ عَلَى المَاءِ أَوْ عَلَى ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ يَنْقِي بِهِنَّ المَحَلُّ فَإذَا أَرَادَ الاقْتِصَارَ عَلَى أَحَدِهِمَا فَالمَاءُ أَفْضَلُ.
Fasal: Instinja atau membersihkan diri itu wajib setelah kencing dan bab. Yang utama adalah bersuci dengan memakai beberapa batu kemudian dengan air. Boleh bersuci dengan air saja atau dengan tiga batu yang dapat membersihkan tempat najis. Apabila hendak memakai salah satu dari dua cara, maka memakai air lebih utama.
وَيَجْتَنِبُ اسْتِقْبَالَ القِبْلَةِ وَاسْتِدْبَارَهَا فِي الصَّحْرَاءِ، وَيَجْتَنِبُ البَوْلَ وَالغَائِطَ فِي المَاءِ الرَّاكِدِ وَتَحْتَ الشَّجَرَةِ المُثْمِرَةِ وَفِي الطَّرِيقِ وَالظِّلِ وَالثَّقْبِ وَلاَ يَتَكَلَّمُ عَلَى البَوْلِ وَالغَائِطِ وَلَا يَسْتَقْبِلُ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ وَلَا يَسْتَدْبِرُهُمَا
Dan hendaknya tidak menghadap kiblat atau membelakanginya di tempat terbuka, dan hendaknya tidak kencing atau bab di air yang diam, di bawah pohon yang bisa berbuah, di jalan, di tempat bernaung, di lobang. Dan hendaknya tidak berbicara saat kencing atau bab, dan tidak menghadap matahari dan bulan atau membelakangi keduanya.
فَصْلٌ: وَالَّذِي يُنْقِضُ الوُضُوءَ سِتَّةُ أَشْيَاءَ: مَا خَرَجَ مِنَ السَّبِيلَيْنِ وَالنَّوْمُ عَلَى غَيْرِ هَيْئَةِ المُتَمَكِّنِ وَزَوَالُ العَقْلِ بِسَكْرٍ أَوْ مَرَضٍ وَلَمْسُ الرَّجُلِ الْمَرْأَةَ الأجْنَبِيَّةَ مِنْ غَيْرِ حَائِلٍ وَمَسُّ فَرْجِ الآدَمِي بِبَاطِنِ الكَفِّ وَمَسُّ حَلْقَةِ دُبُرِهِ عَلَى الجَدِيدِ
Fasal: Perkara yang membatalkan wudhu 6 perkara:
1. sesuatu yang keluar dari dua jalan (depan belakang),2. tidur dalam keadaan tidak tetap,
3. hilang akal karena mabuk atau sakit,
4. Sentuhan laki-laki pada wanita bukan mahram tanpa penghalang,
5. menyentuh kemaluan manusia dengan telapak tangan bagian dalam,
6. menyentuh kawasan sekitar anus (dubur) menurut qaul jadid.
فَصْلٌ: وَالَّذِي يُوجِبُ الغُسْلَ سِتَّةُ أَشْيَاءَ: ثَلاَثَةٌ تَشْتَرِكُ فِيهَا الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ وَهِيَ إلتِقَاءُ الخِتَانَينِ وَإنْزَالُ المَنِي وَالمَوْتُ وَثَلاَثَةٌ تَخْتَصُّ بِهَا النِسَاءُ وَهِيَ الحَيْضُ وَالنِّفَاسُ وَالوِلَادَةُ
Fasal: Perkara yang mewajibkan mandi 6 perkara:
3 di antaranya berlaku untuk laki-laki dan perempuan yaitu : senggama, keluar sperma dan mati.3 lainnya khusus untuk perempuan yaitu : haid, nifas dan melahirkan.
فَصْلٌ: وَفَرَائِضُ الغُسْلِ ثَلاَثَةُ أَشْيَاءَ: النِّيَةُ وَإزَالَةُ النَّجَاسَةِ إِنْ كَانَتْ عَلَى بَدَنِهِ وَإيْصَالُ المَاءِ إِلَى جَمِيعِ الشَّعْرِ وَالبَشَرَةِ. وَسُنَنُهُ خَمْسَةُ أَشْيَاءَ: التَّسْمِيَةُ وَالوُضُوءُ قَبْلَهُ وَإمْرَارُ اليَدِ عَلَى الجَسَدِ وَالمُوَالاَةُ وَتَقْدِيمُ اليُمْنَى عَلَى اليُسْرَى
Fasal: Fardhunya mandi itu tiga perkara, yaitu:
1. niat,2. menghilangkan najis jika ada pada badan,
3. mengalirkan air ke seluruh rambut dan kulit.
Kesunnahan mandi itu 5 perkara:
1. membaca bismillah,
2. wudhu sebelum mandi,
3. menggosokkan tangan pada badan,
4. bersegera,
5. mendahulukan (anggota badan) yang kanan dari yang kiri.
فَصْلٌ: وَالاغْتِسَالَاتُ المَسْنُونَةُ سَبْعَةَ عَشَرَ غُسْلاً: غُسْلُ الجُمْعَةِ وَالعِيدَيْنِ وَالاسْتِسْقَاءِ وَالخُسُوفِ وَالكُسُوفِ وَالغُسْلُ مِنْ غُسْلِ المَيِّتِ وَالكَافِرِ إذَا أَسْلَمَ وَالمَجْنُونِ وَالمُغْمَى عَلَيهِ إِذَا أَفَاقَا وَالغُسْلُ عِنْدَ الإحْرَامِ وَلِدُخُولِ مَكَّةَ وَلِلْوُقُوفِ بِعَرَفَةَ وَلِلْمَبِيتِ بِمُزْدَلِفَةَ وَلِرَمْيِ الجِمَارِ الثَّلاَثِ وَلِلطَّوَافِ وَلِلسَّعْيِ وَلِدُخُولِ مَدِينَةِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ
Fasal: Mandi yang disunnahkan itu ada 17 , yaitu:
2. Hari raya idul Fitri,
3. Hari raya idul adha
4. Shalat minta hujan (istisqa),
5. gerhana bulan,
6. Gerhana matahari,
7. setelah memandikan mayit,
8. orang kafir apabila masuk Islam,
9. orang gila dan ayan (epilepsi) apabila sembuh,
10. saat akan ihram,
11. akan masuk Makkah,
12. wukuf di Arafah,
13. menginap di Muzdalifah,
14. melempar Jumrah yang tiga,
15. tawaf,
16. sai,
17. masuk kota Madinah.
__________________________
Penulis : Tim Merauke islamic
Media : Merauke islamic
Referensi
Kitab matan Abu syuja ( qhoyah wa taqrib )

Posting Komentar